Tantangan Logistik Cold Chain yang Perlu Diantisipasi

6 Februari 2026

Tantangan Logistik Cold Chain yang Perlu Diantisipasi

Logistik cold chain menjadi elemen krusial bagi bisnis yang mengelola produk sensitif terhadap suhu.
 

Produk-produk seperti makanan segar dan beku, farmasi, kesehatan, hingga bahan kimia sangat bergantung pada kestabilan suhu dari proses produksi hingga diterima konsumen, untuk tetap menjaga kualitasnya.
 

Seiring tingginya permintaan akan produk yang aman dan berkualitas, tantangan dalam logistik cold chain tidak bisa dianggap sepele.
 

Kegagalan menjaga suhu bukan hanya berdampak pada kerusakan produk, tapi juga berpotensi merusak reputasi bisnis dan menurunkan kepercayaan pelanggan.
 

Apa Itu Logistik Cold Chain?
 

Logistik cold chain adalah sistem distribusi yang dirancang untuk mempertahankan produk pada rentang suhu tertentu selama proses penyimpanan dan pengiriman.
 

Sistem ini mencakup fasilitas gudang berpendingin, kendaraan berpendingin, perangkat pemantauan suhu, serta penerapan prosedur operasional yang ketat.
 

 


Berbagai produk seperti daging segar, seafood, sayuran, es krim, vaksin, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya sangat bergantung pada sistem cold chain.
 

Tanpa pengelolaan suhu yang tepat, kualitas produk dapat menurun drastis bahkan sebelum sampai ke tangan konsumen.
 

5 Tantangan dalam Logistik Cold Chain
 

1. Penyimpangan Suhu Selama Distribusi
 

Menjaga kestabilan suhu selama pengiriman menjadi tantangan terbesar dalam cold chain logistics. Pintu kendaraan yang terlalu sering dibuka, sistem pendingin yang tidak optimal, atau ketidaksesuaian penerapan SOP dapat memicu fluktuasi suhu.
 

Bahkan perubahan suhu dalam hitungan derajat saja sudah cukup untuk menurunkan kualitas produk.
 

2. Ketidakstabilan atau Kerusakan Sistem Pendingin
 

Armada pendingin yang kurang perawatan atau sudah tua berisiko mengalami gangguan teknis di tengah perjalanan.
 

Jika kerusakan terjadi jauh dari pusat distribusi, produk akan terpapar suhu lingkungan dalam waktu lama dan berpotensi mengalami kerusakan total.
 

3. Human Error saat Proses Loading dan Unloading
 

Kelalaian manusia masih jadi faktor dominan dalam kegagalan cold chain. Proses bongkar muat yang memakan waktu lama, penataan barang yang kurang tepat, hingga ventilasi yang tertutup dapat mengganggu sirkulasi udara dingin di dalam kendaraan.
 

 


4. Minimnya Monitoring Suhu Secara Real-Time
 

Tanpa sistem pemantauan suhu real-time, perusahaan hanya bergantung pada laporan manual yang sering terlambat. Akibatnya, tindakan korektif baru dilakukan setelah produk mengalami penurunan kualitas atau bahkan rusak.
 

5. Inkonsistensi Penerapan SOP
 

Logistik cold chain membutuhkan tingkat disiplin yang tinggi. SOP yang tidak dijalankan secara konsisten dapat menciptakan celah kecil yang berdampak besar terhadap stabilitas suhu dan kualitas produk secara keseluruhan.
 

Dampak Kegagalan Cold Chain Logistics bagi Bisnis
 

Kegagalan dalam pengelolaan cold chain membawa konsekuensi serius bagi operasional dan reputasi perusahaan, diantaranya:
 

Kerusakan Produk (Waste)
 

Produk yang rusak akibat suhu tidak sesuai harus dibuang, sehingga meningkatkan biaya operasional dan menekan margin keuntungan.
 

Peningkatan Retur Barang
 

Produk yang diterima pelanggan dalam kondisi tidak layak konsumsi akan dikembalikan. Proses ini tentu menambah beban biaya logistik dan mengganggu kelancaran distribusi.
 

Komplain dan Hilangnya Kepercayaan Pelanggan
 

Komplain, terutama di industri makanan dan farmasi, berdampak langsung pada citra perusahaan. Saat kepercayaan pelanggan menurun, pemulihannya butuh waktu dan biaya besar.
 

Risiko Regulasi dan Sanksi
 

Industri farmasi dan kesehatan memiliki regulasi ketat terkait stabilitas suhu. Pelanggaran dapat berujung pada sanksi administratif hingga penghentian operasional.
 

 


Untuk menekan risiko kegagalan, perusahaan perlu mengadopsi sistem monitoring suhu secara real-time. Sensor suhu yang terhubung ke dashboard memungkinkan deteksi dini terhadap penyimpangan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.
 

Cold chain logistics yang andal membutuhkan integrasi antara armada berpendingin, sensor suhu, SOP yang jelas, serta tim yang terlatih.
 

Dengan dukungan yang tepat, bisnis dapat menjaga kualitas produk, meminimalisir risiko, serta mempertahankan kepercayaan pelanggan jangka panjang.
 

Mitra Andal Logistik Cold Chain di Indonesia
 

Untuk kebutuhan logistik cold chain, SELOG menjadi salah satu perusahaan logistik yang dapat diandalkan di Indonesia.
 

SELOG merupakan anak usaha PT Serasi Autoraya (SERA) yang berada di bawah naungan Grup Astra, dan sudah dikenal sebagai salah satu penyedia layanan transportasi logistik komprehensif dan terintegrasi.
 

SELOG hadir untuk menjawab kebutuhan jasa logistik secara menyeluruh, meliputi Trucking, Shipping, Freight forwarding, Warehousing, dan Project Cargo.
 

Setiap layanan SELOG didukung oleh teknologi digital Astra Fleet Management Solution (AstraFMS) yang tidak hanya mempermudah, tetapi juga efektif dan efisien untuk bisnis.
 

Melalui teknologi AstraFMS, SELOG menawarkan solusi menyeluruh untuk pengelolaan kendaraan dan transportasi di Indonesia yang berlandaskan teknologi informasi.
 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai layanan SELOG, kunjungi website www.selog.astra.co.id atau hubungi kami di nomor (021) 26605333.
 

Ikuti media sosial SELOG di Instagram @selog_astra dan Linkedin SELOG agar tidak ketinggalan berbagai informasi terbaru mengenai industri logistik.

Artikel Terkait

Temukan berbagai berita terkini dari SELOG

Manfaat Dashcam Mobil untuk Truk saat Pengiriman

4 Februari 2026

Manfaat Dashcam Mobil untuk Truk saat Pengiriman
Penggunaan dashcam pada truk tidak sekadar untuk dokumentasi perjalanan. Tapi lebih dari itu, perangkat ini juga berfungsi sebagai alat pengawasan dan mitigasi risiko.
5 Fakta Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

2 Februari 2026

5 Fakta Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek revitalisasi, melainkan pengembangan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, penerapan teknologi terkini, serta peningkatan kualitas bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Kelebihan & Kekurangan Pengiriman dengan Kapal

30 Januari 2026

Kelebihan & Kekurangan Pengiriman dengan Kapal
Kapal laut mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar dengan biaya yang relatif efisien. Namun, di balik keunggulannya, metode pengiriman ini juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu dipertimbangkan.
Mengenal Last Mile Delivery dan Tantangannya

28 Januari 2026

Mengenal Last Mile Delivery dan Tantangannya
Meski berada di tahap terakhir, proses ini justru memiliki peran yang sangat krusial karena berpengaruh langsung terhadap biaya operasional sekaligus kepuasan pelanggan.
5 Tren Logistik 2026 yang Perlu Diketahui

26 Januari 2026

5 Tren Logistik 2026 yang Perlu Diketahui
Tahun 2026, sektor logistik diperkirakan semakin terdorong oleh pembangunan infrastruktur, pertumbuhan kawasan industri, serta peningkatan arus distribusi antar pulau. Digitalisasi rantai pasok dan tuntutan pengiriman yang lebih cepat akan menjadi standar baru.
8 Sektor Usaha yang Membutuhkan Jasa Ekspedisi

23 Januari 2026

8 Sektor Usaha yang Membutuhkan Jasa Ekspedisi
Bukan hanya perusahaan besar, usaha skala kecil hingga menengah juga sangat bergantung pada layanan pengiriman untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, demi menjaga kelancaran operasional.
Trucking- Jenis dan Perannya dalam Industri Logistik

19 Januari 2026

Trucking: Jenis dan Perannya dalam Industri Logistik
Layanan ini banyak digunakan karena kemampuannya menjangkau berbagai lokasi, baik area perkotaan, kawasan industri, hingga daerah yang sulit dijangkau moda transportasi lain.
Keunggulan Kemasan Kardus untuk Pengiriman Barang

15 Januari 2026

Keunggulan Kemasan Kardus untuk Pengiriman Barang
Kardus menjadi elemen penting dalam strategi distribusi karena berfungsi melindungi produk, mengoptimalkan biaya logistik, sekaligus menjaga citra merk saat produk tiba di tangan konsumen.
5 Kesalahan Manajemen Gudang yang Mesti Dihindari

13 Januari 2026

5 Kesalahan Manajemen Gudang yang Mesti Dihindari
Manajemen gudang yang solid merupakan fondasi kelancaran rantai pasok. Gudang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga pusat pengendali arus barang, mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga distribusi.
Last Mile Delivery: Kunci Sukses di Tengah Ketatnya Bisnis E-Commerce

9 Januari 2026

Last Mile Delivery: Kunci Sukses di Tengah Ketatnya Bisnis E-Commerce
Meski jaraknya relatif pendek, last mile justru menjadi tahap paling kompleks, paling mahal, dan paling berisiko. Di titik inilah keputusan pelanggan terbentuk, apakah akan kembali berbelanja atau pindah ke kompetitor.

Pastikan update informasi SELOG dan logistik terkini

Silakan masukkan email untuk mendapatkan berita atau artikel terbaru dari kami

Ada yang bisa kami Bantu?