
Informasi
13 Januari 2026
5 Kesalahan Manajemen Gudang yang Mesti Dihindari
Manajemen gudang yang solid merupakan fondasi kelancaran rantai pasok. Gudang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga pusat pengendali arus barang, mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga distribusi.
Saat pengelolaan barang di gudang tidak optimal, dampaknya bisa merambat ke berbagai sisi, mulai dari keterlambatan pengiriman, pembengkakan biaya, hingga turunnya kepuasan pelanggan.
Saat ini, masih banyak perusahaan yang tanpa sadar melakukan kesalahan mendasar dalam pengelolaan gudang. Berikut lima kesalahan paling umum dalam manajemen gudang beserta solusi efektif untuk mencegahnya.
1. Tata Letak Gudang Tidak Dirancang Secara Strategis
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah penataan ruang gudang yang tidak memperhitungkan alur kerja.
Rak diletakkan tanpa perencanaan, jalur forklift yang sempit, atau lokasi barang yang acak membuat proses picking dan pergerakan barang menjadi lambat.
Gudang seharusnya memiliki alur yang jelas mulai dari area inbound, penyimpanan, hingga outbound. Barang dengan tingkat perputaran tinggi perlu ditempatkan di lokasi paling mudah dijangkau, sementara produk slow moving dapat disimpan di area lebih jauh.
Dengan pendekatan ini, waktu tempuh staf bisa dipangkas secara signifikan dan kapasitas gudang dapat dimanfaatkan secara maksimal.
2. Data Stok Tidak Akurat karena Sistem Manual
Pencatatan inventaris secara manual atau menggunakan sistem yang tidak terintegrasi sering menimbulkan perbedaan gap data.
Akibatnya, perusahaan bisa mengalami kekurangan stok tanpa disadari, atau sebaliknya, menyimpan stok berlebih yang mengikat modal.
Solusinya adalah menggunakan sistem pencatatan yang terintegrasi. Ditambah dengan metode cycle counting secara berkala, perusahaan dapat menjaga akurasi stok tanpa harus melakukan stock opname besar-besaran.
Selain itu, data stok yang akurat juga memudahkan untuk menentukan waktu pemesanan ulang dan pengendalian arus kas.
3. Proses Picking dan Packing Kurang Efisien
Picking dan packing merupakan aktivitas yang paling banyak menyerap waktu dan tenaga di gudang. Jika tidak memiliki sistem kerja yang jelas, staf bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari barang.
Risiko kesalahan pengiriman juga semakin besar jika proses pengepakan tidak memiliki standar yang baku. Penerapan metode yang tepat seperti zone picking atau batch picking dapat membantu mengurangi pergerakan yang tidak perlu.
Selain itu, dukungan teknologi seperti barcode scanner juga memastikan barang yang diambil sudah sesuai pesanan. Di sisi packing, standar ukuran dan jenis kemasan akan membantu menjaga keamanan produk, sekaligus menekan biaya pengiriman.
4. Mengabaikan Keselamatan dan Kondisi Lingkungan Kerja
Lingkungan gudang yang tidak aman merupakan risiko besar yang sering diabaikan. Lantai licin, pencahayaan minim, atau penggunaan alat berat tanpa pelatihan dapat memicu kecelakaan kerja.
Selain membahayakan karyawan, kecelakaan juga bisa menghentikan operasional dan menimbulkan biaya besar. Perusahaan perlu menerapkan standar keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pelatihan rutin.
Pemeriksaan rak, forklift, serta fasilitas lainnya juga harus dilakukan secara berkala. Gudang yang bersih, terang, dan tertata rapi bukan hanya lebih aman, tetapi juga mendorong produktivitas tim.
5. Tidak Mengadopsi Teknologi Manajemen Gudang
Banyak perusahaan masih bertahan dengan sistem lama, padahal skala operasional yang terus berkembang membutuhkan kecepatan dan akurasi yang tidak bisa lagi ditangani secara manual.
Tanpa sistem digital, sulit bagi manajemen untuk memantau kinerja gudang secara menyeluruh. Warehouse Management System (WMS) memungkinkan seluruh aktivitas gudang, mulai dari penerimaan barang hingga pengiriman terpantau dalam satu platform.
Data ini juga bisa digunakan untuk mengukur kinerja, mengoptimalkan ruang, serta mempercepat proses operasional. Investasi teknologi bukan hanya soal efisiensi hari ini, tetapi juga kesiapan menghadapi pertumbuhan bisnis di masa depan.
Solusi Manajemen Gudang dan Logistik Terintegrasi
Kesalahan dalam pengelolaan gudang dapat berdampak langsung pada biaya logistik, kecepatan distribusi, dan kepuasan pelanggan.
Dengan tata letak yang tepat, data inventaris yang akurat, SOP yang jelas, serta dukungan teknologi modern, perusahaan dapat membangun operasional gudang yang jauh lebih efisien dan andal.
Perusahaan logistik yang bisa jadi pilihan adalah SELOG, salah satu lini bisnis dari PT Serasi Autoraya (SERA) yang juga bagian dari Grup Astra ini telah berpengalaman lebih 20 tahun di industri logistik.
SELOG hadir untuk memenuhi kebutuhan akan jasa logistik end to end, mulai dari Trucking, Shipping, Freight forwarding, Warehousing, serta Project Cargo.
Layanan Warehousing SELOG didukung teknologi Warehouse Management System (WMS) untuk mempermudah pelacakan barang, mulai dari proses incoming, binning, hingga picking.
Selain itu, layanan SELOG juga didukung penggunaan teknologi digital Astra Fleet Management Solution (AstraFMS) yang tidak hanya memudahkan, tetapi juga efektif dan efisien bagi bisnis.
Dengan teknologi AstraFMS, SELOG menyediakan solusi komprehensif dalam pengelolaan kendaraan dan transportasi di Indonesia dengan berbasis teknologi informasi.
Informasi lebih lanjut tentang layanan SELOG, silahkan mengunjungi website www.selog.astra.co.id atau bisa juga menghubungi kami di nomor (021) 26605333.
Jangan lupa follow media sosial SELOG di instagram @selog_astra serta Linkedin SELOG untuk mendapatkan berbagai info terkini seputar industri logistik.

Informasi
9 Januari 2026
Last Mile Delivery: Kunci Sukses di Tengah Ketatnya Bisnis E-Commerce

Informasi
7 Januari 2026
Pemanfaatan Blockchain untuk Efisiensi Supply Chain Management

Informasi
5 Januari 2026
Optimisme Industri Logistik 2026

Informasi
23 Desember 2025
Tips Memilih Gudang untuk Produk FMCG

Informasi
22 Desember 2025
Tantangan Pengiriman Barang di Lokasi Terpencil dan Solusinya

Informasi
18 Desember 2025
5 Hal Penting Sebelum Kirim Barang dengan Truk

Informasi
17 Desember 2025
Perbedaan Truk CDD dan CDE untuk Kirim Barang

Informasi
15 Desember 2025
Mengenal Distribusi, Proses Vital dalam Manajemen Logistik

Informasi
10 Desember 2025
Bahaya Pengiriman Overload pada Truk dan Cara Mengatasinya

Informasi
8 Desember 2025
5 Faktor Penting dalam Distribusi Produk FMCG
Pastikan update informasi SELOG dan logistik terkini
Silakan masukkan email untuk mendapatkan berita atau artikel terbaru dari kami



