
Informasi
30 Juli 2026
13 Istilah Penting dalam Pengiriman Barang
Kelancaran proses pengiriman tidak hanya bergantung pada armada dan infrastruktur, tapi juga pemahaman terhadap berbagai istilah yang umum digunakan selama proses distribusi.
Sayangnya, hingga kini masih banyak konsumen bahkan pelaku usaha yang belum familiar dengan istilah-istilah tersebut. Padahal, selain mempermudah koordinasi, hal ini juga membantu proses pengiriman berjalan lancar, akurat, dan minim kendala.
Setidaknya ada 13 istilah penting dalam pengiriman barang yang perlu diketahui. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Delivery Order (DO)
Dokumen resmi berisi permintaan kepada perusahaan logistik atau ekspedisi untuk menyerahkan barang kepada penerima. Dokumen ini menjadi dasar bagi penyedia jasa pengiriman untuk memproses distribusi barang sesuai tujuan.
2. Partial Shipment (PS)
Metode pengiriman yang dilakukan dalam beberapa tahap, tidak sekaligus. Skema ini biasa diterapkan agar volume barang yang dikirim sesuai dengan kapasitas pengangkutan.
3. Bill of Lading (B/L)
Merupakan salah satu dokumen terpenting dalam pengiriman melalui jalur laut. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti penerimaan barang oleh perusahaan pelayaran, kontrak pengangkutan, sekaligus bukti kepemilikan barang selama proses pengiriman.
4. Shipper
Shipper adalah pihak yang mengirimkan barang. Shipper bisa berperan sebagai produsen, distributor, eksportir, maupun penjual yang menyerahkan barang kepada perusahaan logistik untuk dikirim ke alamat tujuan.
5. Shipping Schedule
Adalah jadwal keberangkatan serta estimasi kedatangan barang selama proses pengiriman. Informasi ini membantu konsumen maupun perusahaan dalam merencanakan distribusi dan memperkirakan waktu barang tiba di tujuan.
6. Packing List
Dokumen yang memuat rincian isi pengiriman, seperti jumlah barang, jenis produk, dimensi, berat, hingga jenis kemasan yang digunakan. Dokumen ini juga menjadi acuan saat pemeriksaan di gudang, pelabuhan, serta bea cukai.
7. Shipping Mark
Kode, simbol, atau nomor identifikasi yang ditempelkan pada kemasan barang untuk memudahkan proses identifikasi, penyortiran, serta mengurangi risiko barang tertukar.
8. Consignee (CNEE)
Pihak yang menerima barang di lokasi tujuan. Data consignee harus ditulis lengkap, mulai dari nama, alamat, hingga nomor telepon agar proses pengiriman berjalan lancar.
9. Description of Goods
Merupakan deskripsi lengkap mengenai barang yang dikirim. Biasanya mencakup jenis barang, spesifikasi, jumlah, serta karakteristik produk yang akan digunakan sebagai dasar penentuan biaya pengiriman, asuransi, hingga pemeriksaan kepabeanan.
10. Gross Weight dan Net Weight
Dalam dunia logistik ada dua jenis pengukuran berat barang, yaitu:
- Gross Weigh: Berat total barang beserta kemasan atau pembungkusnya
- Net Weight: Berat bersih barang tanpa menghitung kemasan
Memahami istilah keduanya sangat penting karena sering digunakan sebagai dasar perhitungan tarif pengiriman, khususnya untuk layanan kargo.
11. Container Freight Station (CFS)
Fasilitas konsolidasi barang sebelum dimuat atau setelah dibongkar dari kontainer. CFS banyak digunakan pada pengiriman Less than Container Load (LCL).
12. Less than Container Load (LCL)
Metode pengiriman dengan kondisi volume barang belum memenuhi kapasitas satu kontainer. Barang dari beberapa pengirim akan dikonsolidasikan dalam satu kontainer sehingga biayanya lebih efisien.
13. Full Container Load (FCL)
Pengiriman dengan satu kontainer full yang digunakan secara eksklusif. FCL jadi pilihan ideal untuk pengiriman jumlah besar karena prosesnya lebih cepat, sehingga keamanan barang lebih terjaga.
Memahami berbagai istilah dalam pengiriman barang akan memudahkan Anda berkomunikasi dengan penyedia jasa logistik, freight forwarder, ataupun konsumen.
Pemahaman ini juga membantu meminimalisir kesalahan administrasi, mempercepat proses pengiriman, serta mengurangi potensi komplain akibat miskomunikasi terkait status maupun dokumen pengiriman.
Pengiriman Barang Lebih Aman dengan Perusahaan Logistik Berpengalaman
Setelah memahami berbagai istilah dalam pengiriman barang, memilih mitra logistik yang tepat juga jadi langkah krusial untuk memastikan kelancaran distribusi barang.
SELOG hadir untuk menjawab kebutuhan itu dengan layanan logistik terintegrasi yang end to end. Sehingga rangkaian proses pengiriman barang dari hulu hingga ke hilir lebih terkendali dan efisien.
Lini bisnis logistik PT Serasi Autoraya (SERA) yang juga merupakan bagian dari Grup Astra ini telah berpengalaman lebih dari 20 tahun memenuhi segala kebutuhan jasa logistik, mulai dari Trucking, Shipping, Freight forwarding, Warehousing, serta Project Cargo.
Setiap layanan SELOG juga didukung penggunaan teknologi digital Astra Fleet Management Solution (AstraFMS) yang tidak hanya memudahkan, tetapi juga efektif dan efisien bagi bisnis.
Informasi selengkapnya tentang layanan SELOG, kunjungi halaman https://www.selog.astra.co.id/layanan serta follow media sosial SELOG:
- Instagram: @selog_astra
- LinkedIn: SELOG

Informasi
29 Juli 2026
Ini Bedanya Pengiriman Cargo dan Reguler

Informasi
27 Juli 2026
Cara Aman Kirim Alat Berat Antar Pulau

Informasi
22 Juli 2026
Tips Mengatur Pengiriman Volume Besar agar Lebih Efisien

Informasi
20 Juli 2026
Potensi Impor Produk FMCG dan Tantangannya

Informasi
16 Juli 2026
Pentingnya Penggunaan Fleet Management System

Informasi
13 Juli 2026
Alat Berat Loader Jenis serta Fungsinya

Informasi
10 Juli 2026
Untung Rugi Beli dan Sewa Truk Logistik

Informasi
8 Juli 2026
First Mile Delivery Awal dari Suksesnya Pengiriman Barang

Informasi
6 Juli 2026
5 Tahapan Bongkar Muat Kargo yang Perlu Diketahui

Informasi
24 Juni 2026
5 Faktor yang Mempengaruhi Biaya Logistik
Pastikan update informasi SELOG dan logistik terkini
Silakan masukkan email untuk mendapatkan berita atau artikel terbaru dari kami
