
Informasi
15 April 2026
Perbedaan Freight In dan Freight Out dalam Logistik
Dalam operasional bisnis, banyak perusahaan merasa sudah mengelola logistik dengan baik, tapi ternyata masih banyak “bocor” dari sisi biaya. Salah satu penyebabnya adalah kurang memahami perbedaan freight in dan freight out.
Padahal, kedua komponen ini sangat berpengaruh terhadap harga pokok barang, biaya distribusi, hingga profit perusahaan. Agar tidak salah strategi, mari pahami perbedaannya.
Apa Itu Freight In?
Freight in adalah biaya pengiriman barang dari pemasok ke gudang atau fasilitas produksi perusahaan. Biaya ini biasanya ditanggung oleh pihak pembeli dan menjadi bagian dari proses pengadaan barang.
Jadi, kalau Anda membeli bahan baku dari supplier di luar kota, maka ongkos kirim yang Anda bayarkan termasuk freight in. Berikut beberapa karakteristik Freight In:
- Terjadi saat proses pembelian
- Ditanggung oleh pembeli
- Masuk ke dalam nilai persediaan (inventory)
- Mempengaruhi harga pokok barang (HPP)
Apa Itu Freight Out?
Sebaliknya, freight out adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengirim barang ke pelanggan. Biaya ini biasanya menjadi bagian dari aktivitas distribusi dan penjualan.
Misalnya saat Anda mengirim produk ke customer atau menawarkan promo “gratis ongkir”, maka biaya tersebut termasuk freight out. Karakteristik freight out adalah sebagai berikut:
- Terjadi setelah penjualan
- Ditanggung oleh penjual
- Dicatat sebagai biaya operasional
- Berpengaruh langsung pada profit
Perbedaan Freight In dan Freight Out
Agar lebih mudah memahami, berikut beberapa perbedaan mendasar dari keduanya yang perlu diketahui.
1. Arah Pengiriman
- Freight In: Supplier (Perusahaan)
- Freight Out: Perusahaan (Pelanggan)
2. Tujuan Biaya
- Freight In: Mendatangkan barang
- Freight Out: Mendistribusikan barang
3. Pencatatan
- Freight In: Masuk dalam inventory (aset)
- Freight Out: Masuk dalam biaya operasional
4. Dampak ke Bisnis
- Freight In: Menentukan HPP
- Freight Out: Menentukan margin keuntungan
Kenapa Penting Memahami Freight In & Freight Out?
Banyak bisnis gagal mengontrol margin bukan karena penjualan rendah, tapi karena biaya logistik tidak dikelola dengan baik.
Dengan memahami kedua komponen ini, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan, seperti:
- Penentuan harga jual lebih akurat
- Biaya distribusi lebih terkontrol
- Strategi promosi lebih tepat sasaran, misalnya gratis ongkir atau diskon biaya pengiriman, serta
- Efisiensi supplier dan jalur distribusi
Tips Mengelola Freight In dan Freight Out
Agar biaya logistik tetap efisien, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
1. Pilih Moda Transportasi yang Tepat
Sesuaikan jenis transportasi dengan kebutuhan distribusi agar biaya tidak membengkak.
2. Gunakan Sistem Digital Logistik
Teknologi seperti tracking system sangat membantu memantau biaya dan pengiriman secara real-time.
3. Negosiasi Vendor Logistik
Melakukan kerjasama jangka panjang dengan penyedia jasa pengiriman logistik bisa memberikan harga yang lebih kompetitif dan menguntungkan.
4. Integrasi dengan Supply Chain
Sinkronisasi antara pengadaan dan distribusi juga bisa meningkatkan efisiensi secara signifikan.
5. Pahami Skema Pengiriman (FOB)
Penentuan diawal siapa yang akan menanggung ongkir sangat penting untuk menghindari recalculate biaya.
Optimalkan Freight Management dengan Mitra Logistik yang Tepat
Perbedaan freight in dan freight out bukan sekadar istilah, tapi bagian penting dalam strategi keuangan dan logistik perusahaan.
Freight in berfokus pada biaya pengadaan barang, sementara freight out berkaitan dengan distribusi ke pelanggan.
Makanya, pengelolaan freight in dan freight out secara manual tentu menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika skala bisnis semakin besar dan kompleks.
Tapi dengan manajemen yang tepat dan dukungan mitra logistik profesional, hal itu tentu bisa diatasi demi efisiensi operasional bisnis sekaligus menjaga profitabilitas di tengah persaingan yang semakin ketat.
Salah satu perusahaan logistik yang bisa jadi pilihan untuk kelancaran pengelolaan logistik adalah SELOG, lini bisnis dari PT Serasi Autoraya (SERA) yang juga bagian dari Grup Astra dan telah berpengalaman 20 tahun di industri logistik.
SELOG hadir untuk memenuhi kebutuhan akan jasa logistik end to end, mulai dari Trucking, Shipping, Freight forwarding, Warehousing, serta Project Cargo.
Setiap layanan SELOG juga didukung penggunaan teknologi digital Astra Fleet Management Solution (AstraFMS) yang tidak hanya memudahkan, tetapi juga efektif dan efisien bagi bisnis.
Dengan teknologi AstraFMS, SELOG menyediakan solusi komprehensif dalam pengelolaan kendaraan dan transportasi di Indonesia dengan berbasis teknologi informasi.
Informasi lebih lengkap tentang layanan SELOG, kunjungi website www.selog.astra.co.id atau hubungi nomor (021) 26605333. Serta follow media sosial resmi SELOG.
- Instagram: @selog_astra
- Linkedin: SELOG

Informasi
13 April 2026
Kenapa Indonesia Masih Impor Minyak Ini 5 Alasannya

Informasi
10 April 2026
5 Produk Agrikultur Indonesia yang Jadi Favorit Ekspor

Informasi
8 April 2026
Mengenal Sistem Penggerak Roda Truk 4x2 hingga 6x4

Informasi
6 April 2026
Perbedaan Truk Gandeng dan Semi Trailer Sesuai Fungsinya

Informasi
18 Maret 2026
Pentingnya Warehousing dalam Industri Tambang

Informasi
16 Maret 2026
Penyebab Overload Pengiriman Barang yang Sering Terjadi

Informasi
13 Maret 2026
Perbedaan Freight Forwarder Sesuai Jenis dan Tugasnya

Informasi
11 Maret 2026
Begini Standar Manajemen Warehouse yang Tepat untuk Farmasi

Informasi
9 Maret 2026
Proses Bongkar Muat di Pelabuhan yang Perlu Dipahami

Informasi
6 Maret 2026
Istilah Dalam Dunia Tambang yang Harus Dipahami
Pastikan update informasi SELOG dan logistik terkini
Silakan masukkan email untuk mendapatkan berita atau artikel terbaru dari kami



