Perbedaan First Mile, Medium Mile dan Last Mile Delivery

20 Februari 2025

Perbedaan First Mile, Medium Mile dan Last Mile Delivery

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah produk bisa sampai di tangan Anda dengan cepat dan tepat waktu? Di balik kenyamanan berbelanja online atau di toko, terdapat proses panjang yang disebut rantai pasok.


Salah satu bagian penting dari rantai pasok adalah perjalanan barang dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen. Nah proses itu terbagi menjadi tiga tahap, yaitu First Mile, Middle Mile, dan Last Mile.


Apa itu First Mile, Middle Mile, dan Last Mile?


First Mile: Tahap awal perjalanan barang, yaitu dari produsen menuju gudang atau pusat distribusi. Bayangkan sebuah pabrik sepatu yang mengirim produknya ke gudang besar. Proses pengiriman dari pabrik ke gudang inilah yang disebut first mile.


Middle Mile: Setelah barang berada di gudang, tahap selanjutnya adalah pengiriman dari gudang ke pusat distribusi yang lebih kecil atau langsung ke toko. Ini adalah tahap middle mile.


Last Mile: Tahap akhir dan paling krusial adalah pengiriman dari pusat distribusi atau toko langsung ke tangan konsumen. Ini adalah bagian yang paling dekat dengan konsumen, sehingga sering disebut last mile.
Perannya dalam Industri Logistik

 

 


Masing-masing punya peran penting dan tantangan tersendiri dalam memastikan barang sampai ke konsumen dengan tepat waktu dan dalam kondisi baik.


First Mile: Efisiensi pada tahap ini akan mempengaruhi biaya produksi dan waktu pengiriman keseluruhan.


Middle Mile: Tahap ini memastikan barang terdistribusi dengan baik ke berbagai lokasi.


Last Mile: Tahap ini sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Pengiriman yang cepat dan tepat waktu akan meningkatkan loyalitas pelanggan.


Selain perannya yang krusial, ada sejumlah tantangan yang terkadang jadi kendala dalam setiap pengiriman. Berikut diantaranya.


First Mile: Mengumpulkan barang dari berbagai sumber produksi dan mengangkutnya ke gudang.


Middle Mile: Mengelola inventaris dan memastikan barang dikirim ke tempat yang tepat.


Last Mile: Menghadapi tantangan seperti kemacetan lalu lintas, jarak tempuh yang pendek namun banyak titik pengiriman, dan harapan pelanggan yang tinggi akan kecepatan pengiriman.

 

 


Tips untuk Mengoptimalkan Ketiganya


First Mile: Gunakan teknologi untuk mengoptimalkan rute pengiriman dan mengurangi biaya transportasi.


Middle Mile: Implementasikan sistem manajemen gudang yang efisien untuk mengelola inventaris.


Last Mile: Gunakan aplikasi pelacakan pengiriman untuk memberikan visibilitas kepada pelanggan dan optimalkan rute pengiriman.


Memahami perbedaan antara first mile, middle mile, dan last mile sangat penting bagi bisnis yang ingin meningkatkan efisiensi rantai pasok. Dengan mengoptimalkan setiap tahap, bisnis dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan dan meningkatkan daya saing.


Butuh solusi pengiriman last mile yang handal dan efisien? SELOG siap membantu Anda! Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, SELOG telah menjadi mitra terpercaya bagi banyak perusahaan dalam menjalankan operasional logistik.


SELOG juga melayani pengiriman barang hingga ke tujuan akhir, termasuk ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Armada yang mendukung layanan last mile terdiri dari Blind Van dan Truk CDE, dengan cakupan jaringan di Jabodetabek dan Sumatera.

 

 


SELOG hadir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan jasa logistik end to end, mulai dari Trucking, Shipping, Warehousing, Freight Forwarding, hingga Project Cargo.


Setiap layanan SELOG juga didukung penggunaan teknologi digital Astra Fleet Management Solution (AstraFMS) yang tidak hanya memudahkan, tetapi juga efektif dan efisien bagi bisnis.


Dengan teknologi AstraFMS, SELOG menyediakan solusi komprehensif dalam pengelolaan kendaraan dan transportasi di Indonesia dengan berbasis teknologi informasi.


Informasi lebih lanjut tentang layanan SELOG, silahkan mengunjungi website www.selog.astra.co.id atau bisa juga menghubungi Call Center (021) 26605333.


Jangan lupa follow media sosial SELOG di instagram @selog_astra serta Linkedin SELOG untuk mendapatkan berbagai info terkini seputar industri logistik.

Artikel Terkait

Temukan berbagai berita terkini dari SELOG

service

18 Maret 2026

Pentingnya Warehousing dalam Industri Tambang
Dalam industri pertambangan, aktivitas warehousing mencakup pengelolaan berbagai material kebutuhan operasional, mulai dari alat berat, suku cadang, bahan bakar, bahan kimia, hingga material eksplosif.
service

16 Maret 2026

Penyebab Overload Pengiriman Barang yang Sering Te
Penumpukan pengiriman bukanlah fenomena baru dalam dunia logistik. Beberapa faktor berikut menjadi penyebab utama sering terjadinya overload pengiriman barang.
service

13 Maret 2026

Perbedaan Freight Forwarder Sesuai Jenis dan Tugas
Freight forwarder dapat disebut sebagai pihak ketiga yang mengelola seluruh proses logistik, mulai dari perencanaan pengiriman, pemilihan moda transportasi, pengaturan distribusi, hingga pengurusan dokumen administrasi.
service

11 Maret 2026

Begini Standar Manajemen Warehouse yang Tepat untu
Dalam industri farmasi, warehouse memiliki fungsi lebih dari sekadar penyimpanan. Tetapi juga harus mampu menjaga stabilitas produk agar tetap aman dan sesuai standar hingga saat distribusi.
service

9 Maret 2026

Proses Bongkar Muat di Pelabuhan yang Perlu Dipaha
Aktivitas ini dilakukan menggunakan berbagai peralatan seperti crane pelabuhan, forklift, reach stacker, hingga conveyor system, tergantung jenis barang yang ditangani.
service

6 Maret 2026

Istilah Dalam Dunia Tambang yang Harus Dipahami
Secara umum, kegiatan pertambangan di Indonesia terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu pertambangan mineral dan batubara (minerba), serta pertambangan minyak dan gas bumi (migas).
service

5 Maret 2026

Apa Itu Hauling dalam Pertambangan
Bagi masyarakat umum, istilah hauling mungkin masih terdengar asing. Namun di dunia pertambangan, aktivitas ini merupakan proses krusial yang menentukan kelancaran produksi hingga distribusi material.
service

4 Maret 2026

Tips Kirim Barang dengan Truk Selama Ramadhan
Saat lebaran hingga jelang Lebaran, industri logistik kembali menghadapi tantangan klasik, yakni lonjakan permintaan distribusi yang beriringan dengan pembatasan operasional angkutan barang di sejumlah ruas tol dan jalan arteri nasional.
service

3 Maret 2026

Risiko Pengiriman Barang dengan Truk yang Perlu Di
Pengiriman barang melalui jalur darat hingga kini tetap jadi tulang punggung logistik nasional. Selain karena pertumbuhan e-commerce dan pembangunan infrastruktur seperti Tol yang kian masif, distribusi menggunakan truk juga dinilai lebih efisien.
service

2 Maret 2026

Hal Krusial dalam Industri FMCG saat Ramadan
Berdasarkan pola tahunan ritel dan e-commerce, volume transaksi FMCG selama Ramadan bisa meningkat hingga 2–3 kali lipat dibanding bulan biasa, terutama pada dua pekan menjelang Idul Fitri.

Pastikan update informasi SELOG dan logistik terkini

Silakan masukkan email untuk mendapatkan berita atau artikel terbaru dari kami

Ada yang bisa kami Bantu?